Cinta.
Siapa yang tidak pernah merasakannya?
Entah itu cinta pada orang tua, pada sahabat kita, atau bahkan pada seseorang yang kita anggap spesial. Semua orang pasti memiliki sebuah cinta. Sebuah cinta yang membuat mereka saling berbagi, saling mengasihi, saling menjaga, dan saling mengingatkan.
Tapi apakah cinta selalu semanis itu?
Ada satu cerita tentang cinta yang berasal dari temanku.
Tentang perdebatan siapa yang lebih kekanak-kanakan. Tentang siapa yang tega pada siapa. Tentang siapa yang tidak mau mengalah. Tentang siapa yang tidak mau mengasihi. Tentang siapa yang terlalu memaksakan kehendak. Tentang siapa yang melanggar janji.
Apa yang akan kau lakukan jika kau mendengarkan sebuah cerita dari dua sisi yang berbeda?
Itu terjadi padaku. Aku mendengar satu cerita yang diungkap oleh dua sisi yang berbeda. Satu dari sisi sang gadis, dan yang satu dari sisi sang pemuda. Ketika awalnya aku mendengar cerita itu dari sisi sang gadis, aku berpikir bahwa sang pemuda sudah sangat keterlaluan. Tapi ketika akhirnya pemuda itu bercerita sedikit padaku dengan garis wajahnya yang tampak kelelahan, aku pun kembali berpikir. Apakah benar pendapat yang pertama kuucapkan? Siapa sebenarnya yang lebih menyakiti siapa?
Keterbukaan di dalam sebuah hubungan itu kadang kali sangat sulit untuk dilakukan. Kejujuran dan kemauan untuk membahas sebuah masalah hingga akhirnya masalah itu terselesaikan agaknya sangat sulit untuk diterapkan. Aku yang sama sekali tidak ada hubungannya, jadi harus ikut andil dalam penyelesaiannya itu. Ketika sang gadis tak mau membicarakan masalah itu sedikit pun. Ketika semua pilihan ditolak olehnya.
Lalu apa sebenarnya yang dimaksud oleh cinta itu? Ketika keterbukaan sangat sulit untuk didapatkan, lalu apa yang bisa didapat? Kepuasan batiniah? Kepuasan lahiriah? Dianggap keren? Bisa punya seseorang untuk bermanja-manja?
Apa gunanya hubungan spesial, ketika saat ada masalah sedikit serius yang seharusnya dibahas sampai tuntas, malah seketika itu juga dipotong oleh kata 'putus'?
Begitu mudahkah untuk mengatakan putus, hingga kata itu bisa dengan mudahnya dibawa-bawa dalam sebuah hubungan?
Lalu untuk apa cinta itu diciptakan sebenarnya?
Hanyalah sebuah dunia dimana aku berada. Merekam memori, menggoreskan tinta, dan melantunkan impian. Sometime I write in Indonesian, sometime in English. Maybe in the future I will write in Japanese.
0 komentar:
Posting Komentar